Sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan, terutama di Desa Sendangagung. Salah satu upaya yang dapat dikenalkan kepada masyarakat adalah pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang sesuai dengan karakteristik sampah.
Hal tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 176 menggelar edukasi pengolahan sampah menggunakan incinerator pada Sabtu (8/8/26). Kegiatan berlangsung di Gudang Kelompok Tani Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dan diikuti oleh 36 peserta.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KKN dan doa, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan incinerator, prinsip dasar penggunaan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum sampah diolah. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan karena tidak semua jenis dan kondisi sampah sesuai untuk diproses menggunakan incinerator.
Forum diskusi bersama masyarakat berlangsung usai pemaparan materi. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan tanggapan mengenai pemilahan sampah serta penggunaan incinerator. Antusiasme masyarakat dan dukungan perangkat desa turut menunjang kelancaran pelaksanaan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dasar mengenai incinerator, pentingnya pemilahan sampah, serta gambaran pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menentukan metode pengolahan sampah dengan mempertimbangkan jenis dan karakteristiknya. (BungaWidyaParamita/uns)