Masalah dalam membuat nama usaha, atau konsep logo yang bagus seringkali menjadi kendala bagi pelaku UMKM di tingkat desa. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret, Kelompok 176 mengadakan program Edukasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Untuk Branding UMKM. Kegiatan ini ditujukan kepada Ibu-Ibu PKK Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan pada Jum'at (31/7/2026).
Pelatihan ini diadakan karena masih adanya pelaku UMKM di Desa Sendangagung yang mengalami kendala dalam membangun identitas usaha, keterbatasan dalam menentukan nama usaha, menyusun konsep logo, hingga menampilkan produk secara menarik menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Perkembangan teknologi AI, di sisi lain membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan dalam proses kreatif tersebut dengan cara murah dan praktis.
Pelatihan yang berlangsung secara interaktif diikuti oleh para pengurus dan anggota ibu-ibu PKK. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan tentang AI, tetapi juga langsung mencoba menggunakan ChatGPT untuk membuat ide branding usaha.
Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang pentingnya branding, pengenalan platform AI. Mereka diajarkan untuk berpikir kritis, memeriksa, mengevaluasi, dan menyesuaikan ide-ide tersebut agar sesuai dengan ciri khas produk mereka. Antusiasme terlihat saat peserta berhasil mengolah ide-ide kreatif dari AI. Hasilnya adalah peningkatan literasi digital dan kemandirian ibu-ibu dalam mengelola identitas produk.
Kegiatan ini sejalan dengan SDGs Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM desa, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengenalan pemanfaatan teknologi dan inovasi digital dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Melalui program ini, ibu-ibu Desa Sendangagung diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri dalam mengembangkan identitas dan branding UMKM. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus tetap kritis dan bijak dalam menggunakannya.
Pemanfaatan AI bukan sekadar tentang seberapa cepat teknologi menghasilkan sebuah jawaban, tetapi juga tentang bagaimana manusia mampu menggunakan, menilai, dan mengembangkan hasil tersebut sesuai kebutuhannya. Pemahaman terhadap batasannya akan membuat peluang ChatGPT dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk membantu UMKM berkembang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNS Kelompok 176 dalam mendampingi masyarakat Desa Sendangagung, yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Nabila Wita Neswari sebagai penanggung jawab program. (NabilaWitaNeswari/uns)