Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 176 menggelar pelatihan ecoprint bagi ibu-ibu PKK Desa Sendangagung pada Jum'at (31/7/2026), Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Kegiatan yang berlangsung di aula balai desa ini bertujuan mengenalkan teknik pewarnaan alami pada tote bag sekaligus mendorong pemanfaatan tanaman di sekitar rumah menjadi produk bernilai ekonomi.
Ide pelatihan ini bermula dari pengamatan salah satu mahasiswa KKN, Erina Pramudya Septiani, terhadap potensi alam di Desa Sendangagung. Pekarangan warga umumnya ditumbuhi berbagai tanaman hias dan daun-daunan yang selama ini hanya dibiarkan tumbuh tanpa dimanfaatkan lebih jauh. Melihat potensi tersebut, mahasiswa memandang ecoprint sebagai cara sederhana untuk mengubah bahan yang ada di sekitar rumah menjadi karya yang bernilai jual, sekaligus mengenalkan teknik pewarnaan yang minim bahan kimia kepada warga.
Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai ecoprint, bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis daun dan bunga yang dapat digunakan untuk menghasilkan motif pada tote bag.
Ibu-ibu PKK langsung mencoba membuat ecoprint pada tote bag masing-masing usai mendapatkan penjelasan. Peserta memilih daun dan bunga yang tersedia, kemudian menatanya di atas tote bag sesuai dengan motif yang diinginkan. Pendampingan dari mahasiswa KKN pun memastikan peserta dapat mengikuti setiap tahapan hingga proses pencetakan selesai.
Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif mencoba berbagai susunan daun dan bunga untuk mendapatkan motif yang mereka inginkan. Hasil tote bag yang dibuat pun memiliki motif yang beragam karena dipengaruhi oleh jenis, bentuk, dan susunan bahan alami yang digunakan.
Bagi peserta, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru dalam membuat kerajinan, tetapi juga membuka pandangan bahwa bahan-bahan yang ada di sekitar rumah dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. Keterampilan tersebut juga masih dapat dikembangkan untuk membuat berbagai produk lain, seperti sarung bantal, taplak meja, dan kerajinan berbahan kain lainnya.
Kegiatan ini turut mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan potensi lingkungan sekitar. Selain itu, pemanfaatan bahan alami dalam ecoprint sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, sementara keterampilan yang dikembangkan juga dapat menjadi bekal untuk menghasilkan produk yang berpotensi memiliki nilai ekonomi dan mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Pelatihan ecoprint diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi ibu-ibu PKK Desa Sendangagung untuk terus mengembangkan keterampilan tersebut. Tidak hanya berhenti pada pembuatan tote bag, ecoprint juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk lain yang memiliki ciri khas dan nilai tambah bagi masyarakat desa (ErinaPramudyaSeptiani/uns).