Upaya mengenalkan kembali budaya Jawa kepada generasi muda dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret Kelompok 176 melalui program JAWARA (Jago Maca Angka Jawa). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Plaosan pada Selasa (4/8/2026), dengan memanfaatkan pembelajaran berbasis permainan. Program JAWARA ini dikoordinasikan oleh Tifanny Maura Deavyna selaku penanggung jawab kegiatan bersama anggota KKN UNS Kelompok 176. Kegiatan yang menyasar kelas 8 ini dilaksanakan dalam dua pertemuan, yaitu pada tanggal 28 Juli dan 4 Agustus 2026.
JAWARA dirancang untuk membantu siswa mengenali dan membaca Angka Jawa dengan lebih mudah. Mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi melalui kegiatan ini, tetapi juga mengajak siswa belajar secara berkelompok menggunakan media flashcard serta permainan dengan metode Teams Games Tournament (TGT).
Pelaksanaan JAWARA mendapat respons positif dari siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Plaosan. Pembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan membuat siswa lebih aktif selama kegiatan. Mereka berdiskusi bersama anggota kelompok, menjawab soal, hingga berkompetisi dalam sesi tournament. Siswa yang semula masih ragu untuk menjawab mulai menunjukkan keberanian untuk maju ke depan dan mengikuti permainan.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Penggunaan flashcard dan permainan membantu siswa mengenali Angka Jawa dengan cara yang lebih sederhana dan tidak monoton. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa dalam memahami materi yang sebelumnya masih dianggap cukup asing.
Melalui program JAWARA, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret, Kelompok 176 turut mendorong siswa untuk lebih mengenal Angka Jawa sebagai bagian dari budaya Jawa. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap aksara Jawa sekaligus menjaga keberlanjutan pengenalan budaya lokal di lingkungan pendidikan.
JAWARA menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa KKN UNS 176 selama melaksanakan pengabdian di Desa Sendangagung. Melalui kegiatan edukatif yang dikemas secara menarik, mahasiswa berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendekatkan siswa dengan budaya Jawa. (TifannyMauraDeavyna/uns)